Membaca Ulang Arti Bahagia lewat buku Happiness: The Science Behind Your Smile (Daniel Nettle)
- Sanctura Heal Project
- 7 days ago
- 2 min read
Dalam Happiness: The Science Behind Your Smile, Daniel Nettle membuka pembahasannya dengan pertanyaan yang telah lama menghantui pemikiran manusia: Apa sebenarnya kebahagiaan itu? Apakah kebahagiaan merupakan emosi spontan yang muncul seperti sukacita? Apakah kebahagiaan adalah konstruksi rasional yang berhubungan dengan pemenuhan diri? Atau justru murni aspek kognitif?
Nettle berargumen bahwa manusia sebenarnya tidak dirancang oleh evolusi untuk menjadi bahagia, melainkan untuk mengembangkan keyakinan tentang hal-hal yang dianggap dapat menghasilkan kebahagiaan. Pandangan ini didukung oleh banyak penelitian psikologi yang menunjukkan bahwa persepsi kebahagiaan seseorang kerap tidak sejalan dengan keadaan material atau objektif dalam hidupnya. Cara seseorang menafsirkan peristiwa, skema berpikir yang ia gunakan, serta pola regulasi emosi manusia lebih menentukan kebahagiaan mereka, daripada kondisi eksternal mereka. Oleh sebab itu, dua individu ketika berada dalam kondisi objektif yang sama dapat mengalami tingkat kebahagiaan yang sangat berbeda. Perbedaan tersebut bukan terutama berasal dari apa yang mereka miliki, tetapi dari bagaimana mereka memahami, menghayati, dan memberi makna terhadap pengalaman hidup mereka.
Nettle melanjutkan pembahasannya dengan mengajukan pertanyaan "jika kebahagiaan itu baik bagi manusia, mengapa kita tidak berevolusi menjadi makhluk yang lebih bahagia?". Nettle kemudian mengajukan penjelasan atas pertanyaannya sendiri, bahwa evolusi tidak bekerja untuk menghasilkan manusia yang bahagia, tetapi untuk menghasilkan manusia yang mampu bertahan hidup dan bereproduksi. Dengan demikian, kebahagiaan bukanlah produk akhir dari evolusi, melainkan alat yang membantu organisme mengambil keputusan-keputusan yang menguntungkan bagi kelangsungan hidupnya. Maka dalam kerangka ini, kebahagiaan berfungsi sebagai sistem motivasional. Rasa senang mendorong kita mengulang perilaku yang bermanfaat, sementara rasa tidak nyaman membuat kita menghindari ancaman.
Dalam buku ini, Nettle mengingatkan bahwa mengharapkan kebahagiaan permanen adalah sebuah pikiran yang kekeliru. Secara psikologis dan evolusioner, kebahagiaan memang tidak dirancang untuk bertahan lama. Fungsi utamanya adalah memberikan dorongan sementara pada manusia untuk terus bergerak, berusaha, dan beradaptasi. Justru dorongan untuk mengejar kebahagiaan yang bukan kebahagiaan itu sendiri-lah, yang dapat membuat manusia mampu menciptakan hal-hal lebih bernilai
Sumber:
Nettle, D. (2005). Happiness: The science behind your smile. Oxford University Press.

Comments